pikiranriau.com - Menyikapi kondisi kabut asap di kota Pekanbaru yang kian parah bahkan pada Selasa (25/6/2026) pagi terdeteksi udara di kota bertuah sudah diambang berbahaya.Bahkan untuk diketahui, konsentrasi partikel halus PM2.5 di udara Pekanbaru sempat menembus angka lebih dari 500 mikrogram per meter kubik (µg/m³), kondisi yang menjadi alarm serius bagi kesehatan masyarakat.Berdasarkan data yang ditampilkan di situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), konsentrasi PM2.5 pada pukul 00.00 WIB tercatat mencapai 484,3 µg/m³.Kondisi semakin mengkhawatirkan satu jam kemudian. Pada pukul 01.00 WIB, konsentrasi PM2.5 melonjak hingga 508,8 µg/m³.Angka tersebut kemudian perlahan menurun. Pada pukul 02.00 WIB, konsentrasi PM2.5 masih mencapai 433,2 µg/m³, kemudian tercatat 339,9 µg/m³ pada pukul 05.00 WIB dan 328,9 µg/m³ pada pukul 06.00 WIB.Memburuknya kualitas udara ini membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan.Kondisi tersebut turut mendapat perhatian DPD PKS Kota Pekanbaru. Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, PKS Pekanbaru menggelar aksi pembagian masker gratis di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di kawasan simpang Gramedia, Pekanbaru, Selasa (25/6/2026) siang.Aksi tersebut dipimpin langsung Wakil Wali Kota Pekanbaru sekaligus Ketua DPD PKS Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, bersama sejumlah anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PKS, yakni dr Meiza Ningsih, Firmansyah, Hamdani, Muhammad Sabarudi dan Rois.Ketua DPD PKS Pekanbaru Markarius Anwar menyampaikan bahwa kondisi kabut asap yang terjadi di kota Pekanbaru saat ini harus menjadi perhatian serius semua pihak. "Hari ini kita DPD PKS Pekanbaru turun ke lampu merah dibeberapa titik, kita membagikan masker untuk masyarakat mengingat kondisi udara kita dari malam hingga siang ini cukup berbahaya dan tidak sehat,"Ungkap Markarius.Wakil Walikota Pekanbaru ini berharap dengan aksi turun kejalan, sosialisasi dan edukasi ke masyarakat ini bisa berdampak positif buat masyarakat."Kita berharap dengan aksi turun ini masyarakat lebih sadar lebih aware bahwa kita perlu menjaga kesehatan dan kalau keluar rumah wajib menggunakan masker.Karena tadi kita lihat masih banyak pengendara roda dua yang tidak menggunakan masker, jadi tadi kita langsung edukasi dan kita ajak langsung menggunakan masker sehingga masyarakat terhindar dari paparan kabut asap,"Pungkas Markarius.Sementara itu, Anggota DPRD Kota Pekanbaru dr Meiza Ningsih menyampaikan, untuk tahap awal ini pihaknya membagikan masker sebanyak 2.000 masker. Jumlah tersebut merupakan bagian dari target pembagian sebanyak 10.000 masker kepada masyarakat di Riau."Tak tinggal diam, kondisi udara yang saat ini berada dilevel berbahaya tentunya sangat tidak baik untuk kesehatan masyarakat, terutama kalangan lansia, anak-anak dan ibu hamil yang sangat rentan terpapar bahaya kabut asap," Ujar dr Meiza.Srikandi PKS Pekanbaru ini juga mengingatkan masyarakat untuk membatasi paparan udara luar, terutama bagi anak-anak dan orang lanjut usia."Kalau kualitas udara sedang buruk, anak-anak sebaiknya tidak banyak beraktivitas di luar rumah.Orang tua juga harus memperhatikan kondisi kesehatan anggota keluarganya. Jika muncul keluhan seperti batuk, sesak atau gangguan pernapasan, jangan diabaikan," katanya.Sementara itu, anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PKS, Muhammad Sabarudi, mengatakan pembagian masker dilakukan sebagai langkah nyata untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi udara yang semakin memburuk."Kita melihat kondisi udara Pekanbaru saat ini sudah sangat mengkhawatirkan.Karena itu, pembagian masker ini menjadi salah satu bentuk kepedulian kita kepada masyarakat agar mereka bisa mengurangi risiko terpapar langsung oleh asap dan partikel udara," ujar Sabarudi.Menurut Sabarudi, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan selama kabut asap masih menyelimuti Pekanbaru. Ia mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah."Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan, terutama anak-anak dan kelompok rentan.Kalau memang tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya kurangi aktivitas di luar rumah. Kalau harus keluar, gunakan masker," katanya.PKS Pekanbaru menargetkan sebanyak 10.000 masker dibagikan kepada masyarakat di Riau. Pembagian dilakukan secara bertahap di sejumlah lokasi yang menjadi titik aktivitas masyarakat.Sebanyak 2.000 masker yang dibagikan pada tahap awal diharapkan dapat membantu masyarakat yang tetap harus beraktivitas di tengah memburuknya kualitas udara."Kita ingin hadir di tengah masyarakat, terutama ketika kondisi seperti sekarang.Mudah-mudahan masker yang kita bagikan ini bisa membantu masyarakat dan kita berharap kondisi udara segera membaik," ujar dr Meiza.Dengan kondisi PM2.5 yang sempat menembus lebih dari 500 µg/m³, masyarakat Pekanbaru kini dihadapkan pada ancaman kabut asap yang tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan.Di tengah situasi tersebut, upaya pencegahan dan perlindungan masyarakat dinilai menjadi hal penting sembari menunggu penanganan sumber kebakaran hutan dan lahan serta membaiknya kondisi udara di Pekanbaru. ( *)